Sabtu, 12 November 2016

Masyarakat di Kabupaten Indramayu Miskin Karena Gaya Hidup Yang Konsumtif

Permasalahan kemiskinan penduduk Indramayu dipicu salah satunya oleh gaya hidup masyarakat yang konsumtif. Kepala Bidang Data Informasi Penelitian dan Analisa Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indramayu Dadang Oce Iskandar menegaskan pihaknya telah berusaha mengurangi jumlah warga miskin itu.

Oce mengakui data tingkat kemiskinan yang dimiliki Bappeda Indramayu juga bersumber dari sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik Indramayu. Selama ini, ia mempercayai kebenaran data tersebut termasuk tingkat kemiskinan 2015 yang naik sebanyak empat persen dari tahun sebelumnya.

"Dari pengamatan saya, banyak masyarakat Indramayu yang langsung membelanjakan uangnya sekaligus saat mendapatkan uang. Padahal kebutuhan pendidikan anaknya belum terpenuhi, kesehatannya belum terjamin tapi tingkat konsumsi mereka tinggi," kata Oce di kantornya, Jumat 11 November 2016.

Tingkat pengeluaran setiap warga Indramayu dalam data BPS Provinsi Jawa Barat 2015 tercatat sebanyak Rp 8,769 juta per tahun. Sementara rata-rata lama sekolah setiap warga hanya 5,46 tahun atau setara dengan tingkat sekolah dasar. Padahal, harapan lama sekolahnya mencapai 12,09 tahun dan harapan hidup mereka mencapai usia 70,59 tahun.

"Artinya, masyarakat Indramayu cukup puas dengan kondisinya saat ini. Mereka measa tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Pendidikan mungkin masih dianggap sebagai beban karena harus mengeluarkan biaya yang banyak sedangkan mereka juga sangat membutuhkan uang untuk makan sehari-hari," kata Oce menjelaskan.

Oce mengatakan pemerintah daerahnya perlu memotivasi masyarakat untuk merubah pandangan hidupnya. Ia menilai salah satu caranya ialah dengan mendorong masyarakat membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain.

Menurut pengamatannya, selama ini masyarakat Indramayu banyak tergantung pada kondisi alam sehingga saat terjadi bencana penghasilannya pun berkurang. Ia mencontohkan petani yang bergantung pada hujan dan nelayan yang berhenti mencari ikan saat terjadi badai di laut.

“Program pengentasan kemiskinan ini ada di setiap SKPD yang terkait seperti di Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lainnya. Bappeda menghimpun program-program tersebut melalui tim khusus pengendalian kemiskinan tingkat daerah,” kata Oce. Ia meyakinkan tim tersebut sudah bekerja optimal sesuai tugasnya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Indramayu Atin Anifah mengakui pihaknya belum pernah melakukan pendataan khusus terkait kemiskinan warga Indramayu. Pihaknya menyadari tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan pendataan tersebut.

Pendataan serupa menurutnya hanya dilakukan apabila ada program dari pemerintah pusat untuk bantuan tertentu seperti Kartu Indonesia Sehat dan Program Keluuarga Harapan. “Untuk penerima KIS yang terdata dari pusat pada 2015 sebanyak 174.002 orang. Tapi sekarang ada penambahan dan sedang kami verifikasi datanya sebanyak 43.225 orang,” kata Atin di ruangan Kepala Bidang Sosial Zulkarnaen.

Sementara penerima bantuan PKH di Indramayu saat ini mencapai 25.504 keluarga dengan tambahan 37.658 keluarga yang sedang diverifikasi datanya. “Tapi angka tersebut tidak bisa dijadikan acuan jumlah warga miskin di Indramayu. Perlu ada pendataan secara khusus berdasarkan 11 kriteria warga miskin dari Permensos Nomor 146/HUK/2013,” kata Zulkarnaen.

Sumber: http://bit.ly/2eQn436

Kamis, 10 November 2016

Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Indramayu Naik

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 naik dibandingkan 2014. Pemerintah Pusat pun terus berupaya mengurangi jumlah penduduk miskin melalui berbagai program bantuan.

Berdasarkan hasil survei ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 sebanyak 253.120 jiwa. Mereka merupakan warga yang memiliki pengeluaran, baik pengeluaran untuk makanan maupun non konsumsi, kurang dari Rp 379.088 per kapita per bulan.

Sedangkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2014 mencapai 240.680 jiwa. Mereka memiliki pengeluaran kurang dari Rp 364.360 per kapita per bulan. "Jumlah penduduk miskin di Indramayu pada 2015 meningkat 4,04 persen dibandingkan jumlah penduduk miskin di 2014," terang Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Indramayu, Jejen Triyatna, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/11).

Jejen menjelaskan, dalam survei tersebut, yang dinilai adalah pengeluaran makanan dan non makanan. Untuk pengeluaran non makanan, diantaranya untuk kebutuhan tempat tinggal, fasilitas listrik, bahan bakar, transportasi, kesehatan dan pendidikan.

Susenas tersebut dilakukan pada September 2016 dan selesai pengolahan datanya pada Oktober 2016. Survei itu hanya menggambarkan tingkat kemiskinan secara makro dan tidak bisa menggambarkan kondisi di tingkat kelurahan ataupun kecamatan. "Penyebab kenaikan (jumlah penduduk miskin) belum tahu, kami belum melakukan analisis. Kami baru dua minggu terima data ini dari BPS (Pusat)," kata Jejen.

Terpisah, Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu, Zulkarnain, menjelaskan, pihaknya memiliki indikator penilaian angka kemiskinan yang berbeda dengan BPS. Indikator penilaian itu didasarkan pada Kepmensos Nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang tidak Mampu. "Ada 11 indikator berdasarkan kepmensos itu. Hingga saat ini kami memang belum pernah secara khusus mendata angka kemiskinan," tutur Zulkarnain, didampingi Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Atin Anifah.

Namun, untuk mengetahui jumlah warga miskin, salah satunya bisa dilihat dari jumlah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk penerima PKH di Kabupaten Indramayu, selama ini jumlahnya mencapai 25.504 keluarga penerima manfaat dan penerima KIS sebanyak 174.002 jiwa. "Tapi data penerima PKH dan KIS ini tidak berarti menunjukkan data kemiskinan karena bisa saja ada penerima PKH yang juga menerima KIS," tegas Atin. 

Atin mengakui, jumlah penerima PKH maupun KIS pada tahun ini direncanakan akan bertambah. Untuk PKH, saat ini rencananya ada data tambahan sebanyak 37.658 keluarga penerima manfaat dan tambahan penerima KIS sebesar 43.225 jiwa. "Penambahan itu datanya dari Pusat. Saat ini sedang dilakukan verifikasi. PKH maupun KIs merupakan upaya dari Pemerintah Pusat untuk mengurnagi angka kemiskinan," tandas Atin.

Sumber: http://bit.ly/2fgNZWo

Desa Kalianyar di Kabupaten Indramayu Jadi Langganan Banjir

Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng,Kabupaten Indramayu,Jawa Barat, mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera meninggikan ruas jalan Desa Kalianyar yang sering tergenang air saat turun hujan.

Edi,(42) warga Desa Kalianyar mengatakan, ruas Jalan Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu selalu dilanda kesulitan saat musim penghujan karena satu-satunya jalan yang ada di desa itu selalu tergenang air saat musim penghujan. “Hujan sebentar saja airnya sudah menggenangi jalan. Kami bosan melihat Jalan Kalianyar ini tiap hujan banjir melulu,” katanya.

Warga mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera memperbaiki ruas jalan Desa Kalianyar. “Kalau musim penghujan kasihan anak-anak yang akan berangkat sekolah karena sepatu terkadang pakaiannya basah kuyup karena berjalan kaki di atas genangan air hujan,” ujarnya.
Kepala Desa Kalianyar, Syahroni Agus yang sering mendengarkan keluhan masyarakat mencoba mencari jalan keluar dengan mengusulkan perbaikan kepada Pemkab Indramayu dalam hal hal ini Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.

Ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu dan mendapatkan informasi rencana pembangunan jalan beton pada ruas jalan Kalianyar yang sering tergenang air hujan itu akan dilakukan Pemkab Indramayu pada Tahun Anggaran 2017.

Sebagaimana dimaklumi, hujan besar Selasa (8/11) yang sempat mengguyur Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya yang mengakibatkan beberapa ruas jalan diantaranya ruas jalan Desa Kalianyar tergenang air setinggi betis.

Banjir yang terjadi pada ruas jalan Desa Kalianyar dan sejumlah gang itu kata warga merupakan banjir langganan yang terjadi setiap musim hujan. Ini terjadi karena posisi permukaan kali lebih tinggi dibanding badan jalan. Sehingga ketika hujan lebat airnya meluber ke jalan desa. Terlalu dangkalnya kondisi gorong-gorong di Blok Tarsidi juga membuat air tergenang dan sulit mengalir.

Sumber: http://bit.ly/2elKGhf

Petani Indramayu Pengguna Pupuk Terbanyak di Jawa Barat

PT Pupuk Kujang mencatat pengguna pupuk terbanyak di Jawa Barat merupakan petani di Kabupaten Indramayu mengingat lahan persawahan di daerah itu yang terluas.

Manajer Humas PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan di Cirebon, Selasa, menuturkan daerah penyerap paling banyak pupuk di Jawa Barat, yaitu petani yang berada di Kabupaten Indramayu dan satu tahun pihaknya menyediakan 72 ribu ton.

"Kebutuhan pupuk terbanyak di Jawa Barat yang terbanyak adalah di Indramayu, kami pada tahun ini saja mengalokasikan 72 ribu ton pupuk," kata Ade.

Ade menuturkan meskipun kebutuhannya banyak, namun pihaknya memastikan tidak ada kekurangan untuk pendistribusian secara menyeluruh dan dipastikan semua terpenuhi.

Untuk masa tanam tahun ini saja di wilayah tanggung jawab PT Pupuk Kujang, yaitu Jawa Barat dan Banten dipastikan ketersediaannya tercukupi.

Baik dari gudang produsen hingga tingkat distributor dan pengecer dan mampu memenuhi kebutuhan petani lebih dari ketentuan dua minggu kedepan.

"Bisa dilihat dari stok pupuk urea bersubsidi pada akhir Oktober 2016 di gudang lini II dan gudang III distributor sebanyak 193.927,24 ton atau 792,26 persen," tuturnya.

"Dibandingkan dengan kebutuhan pupuk urea bersubsidi dua minggu kedepan sebesar 24.477,87 ton sedangkan penyaluran sampai Oktober 2016 sebesar 501.604,85 ton atau 102,66 persen," katanya.

Ia menambahkan, sementara dengan ketentuan pergub sebesar 7488,603 ton. Selain itu pihaknya juga menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 17.630,46 ton dan pupuk organik 8.350,69 ton.

Sumber: http://bit.ly/2fEx3aA

Polisi Tangkap Penganiaya Kasir Gerbang Tol Palimanan, Pelakunya PNS Warga Indramayu

Polisi telah menangkap pelaku penganiayaan terhadap NZ (22), kasir loket pembayaran Gerbang Tol Palimanan Kabupaten Cirebon.

Pelaku penamparan merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial BF (48). "Pelakunya sudah diketahui, inisialnya BF, seorang PNS warga Indramayu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (9/11/2016).

Saat ini, lanjut Yusri, kasus tersebut ditangani oleh Polres Cirebon. Polisi masih memeriksa pelaku guna mengetahui motif aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku. "Tersangka, korban, dan saksi sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Rekaman CCTV sudah kami simpan sebagai barang bukti," katanya.

Jumat (4/11/2016), seorang pria tertangkap kamera CCTV melakukan penganiayaan terhadap kasir pintu tol. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat emosi dan menampar perempuan yang merupakan kasir pintu tol. Selain menampar, pria itu pun masuk dan menendang kursi yang sedang digunakan oleh perempuan tersebut.

Sumber: http://bit.ly/2fDiiae

Rabu, 09 November 2016

70 Makam Pahlawan di Kabupaten Indramayu Tak Beridentitas

Sebanyak 70 makam di taman makam pahlawan (TMP) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat belum terungkap. Hal ini dikarenakan Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu tidak memiliki data pahlawan yang dimakamkan di TMP ini. 

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Zulkarnaen mengatakan, sebanyak 70 dari 201 makam di sana belum terungkap identitasnya. Sebanyak 201 makam itu terdiri atas makam TNI/Polri, pahlawan tak dikenal, dan sipil.

"Untuk makam yang berada di bagian taman makam pahlawan itu merupakan makam para pahlawan, sedangkan makam yang berada di taman bahagia itu makam seseorang yang biasanya mendapatkan penghargaan karena sesuatu dan layak dimakamkan di taman ini," paparnya, Rabu (9/11/2016). 

Zulkarnaen mengaku, pihaknya kesulitan mendapatkan identitas para pahlawan yang dimakamkan karena petugas yang bertanggung jawab dan menyimpan data sudah meninggal dunia. "Kami pun berupaya untuk mengungkap identitas para pahlawan itu dengan mencari tahu ke TNI/Polri dan juga kepada pengunjung yang merupakan keluarga dari para pahlawan itu yang datang ke makam untuk nyekar," terangnya. Para pahlawan yang ada di taman makam ini, lanjut Zulkarnaen, berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. 

Mereka berjuang dan tewas di Kabupaten Indramayu. Pihaknya pun sudah berinisiatif sejak dua tahun yang lalu untuk memberikan nama-nama pada nisan makam para pahlawan tersebut. "Kami masih sedang berusaha agar makam para pahlawan ini bisa memberikan edukasi bagi para pelajar di Indramayu," ungkapnya.

Sumber: http://bit.ly/2fARWFH

Gas Melon Dengan Harga Tinggi Masih Ditemukan di Indramayu

PT Pertamina memang melakukan operasi pasar dengan menjual gas melon sesuai harga eceran tertinggi (HET). Namun, hal itu tidak mampu menurunkan harga gas bersubsidi di pasaran.

HET yang yang ditentukan PT Pertamina Rp 16 ribu. Sementara harga gas melon di Kecamatan Sindang tembus Rp 35 ribu. Harga itu jelas sangat memberatkan warga, karena naik lebih dari dua kali lipat.

Namun, karena butuh, warga pun mau tidak mau membelinya. Padahal biasanya, kalaupun naik, harga gas melon dibanderol Rp 18-23 ribu per tabung.

“Memang iya di desa kami, gas elpiji ukuran 3 kilogram sampai Rp 35 ribu per tabung. Tingginya harga itu karena gas susah didapat. Warga tetap membelinya meskipun hatinya keberatan,” ujar Asna, warga Desa Panyindangan.

Menurutnya, kenaikan gas melon sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, warga membeli dengan Rp 25 ribu per tabung.

Warga, kata dia, berharap kepada pihak terkait untuk meninjau kondisi di lapangan dan segera mengambil tindakan untuk mengatasi kenaikan harga gas melon.

Saat ini, harga gas melon yang dijual di Kecamatan Sindang merupakan yang paling tinggi dibandingkan di wilayah lain. Di wilayah Indramayu bagian barat, gas melon paling tinggi dijual Rp 23 ribu per tabung.

Tingginya harga diduga akibat ulah para spekulan yang sengaja ingin meraup keuntungan yang tinggi.

Menanggapi tingginya harga gas melon di Kabupaten Indramayu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Indonesia Cabang Indramayu, Taufik Ambarih, mengatakan, kenaikan harga gas dikarenakan lemahnya pengawasan. Pihak terkait, kata dia, kesulitan memantau alur pendistribusian dari pangkalan ke pengecer.

“Kendati PT Pertamina sering melakukan Operasi Pasar, tetap tidak bisa memberikan solusi. Apalagi Operasi pasar tidak dilakukan secara merata. Memang bagus dan membantu warga, tapi hanya bersifat sementara. Harus ada pengawasan yang lebih ketat dan terstruktur untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan kenaikan gas melon,” ujarnya

Sumber: http://bit.ly/2eBzrMR

Keberadaan Tradisi Sedekah Bumi di Kecamatan Jatibarang Hampir Punah

Keberadaan tradisi sedekah bumi di Kecamatan Jatibarang hampir punah. Pasalnya, lahan pertanian di Jatibarang hampir tidak ada dan sudah digantikan oleh bangunan pertokoan dan perumahan. Kalaupun ada yang menyelenggarakan sedekah bumi, kegiatannya tidak lagi seperti dulu. Mengingat, Jatibarang kini sudha menjadi daerah perkotaan.

Sekmat Jatibarang, Muhtarom mengatakan, beberapa desa di Kecamatan Jatibarang sudah tidak lagi menyelenggarakan sedekah bumi. Banyaknya perumahan rakyat dan pertokoan akhirnya membuat Jatibarang berubah menjadi kawasan perkotaan.

“Daerah yang masih luas area sawahnya ya di Desa Jatisawit ini. Sehingga masih melestarikan tradisi sedekah bumi. Masyarakatnya pun mayoritas petani,” tuturnya.

Sementara, Kuwu Jatisawit, Wardam mengatakan tradisi sedekah bumi sudah menjadi upacara rutin yang digelar penduduknya. Dikatakan, tradisi sedekah bumi merupakan salah satu ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah. Ini sebagai langkah awal untuk persiapan tanam kembali agar lahan yang akan digarap hasilnya berlimpah.

“Istilah ini selain ungkapan rasa syukur, kami juga berdoa bersama agar persiapan masa tanam selanjutnya bisa semakin baik dan semakin berlimpah,” ujarnya.

Wardam pun menegaskan, pihaknya akan tetap melestarikan budaya leluhur tersebut.


Sumber: http://bit.ly/2fYsKts