Jumat, 03 Juli 2015

Kabupaten Indramayu Diklaim Bebas Peredaran Daging Celeng

Maraknya peredaran daging celeng di sejumlah daerah, membuat instansi terkait di Kabupaten Indramayu terus meningkatkan pengawasannya. Masyarakat pun diminta untuk melapor jika menemukan adanya daging celeng di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Firman Muntako menjelaskan, ada tim khusus dari instansinya yang mengecek keberadaan daging yang dikhawatirkan terkontaminasi daging celeng.
Tujuannya, untuk memastikan agar daging yang beredar di pasaran benar-benar daging yang halal, aman, utuh dan sehat (HAUS). ''Sampai saat ini belum ada laporan adanya daging celeng,'' ujar Firman, Kamis (2/7).

Kasi Keswan Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Dian Daju, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke kios-kios resmi yang ada di sejumlah pasar.
Di antaranya Pasar Baru Indramayu, Pasar Haurgeulis dan Pasar Karangampel. ''Dari pantauan kami, tidak ditemukan ada daging celeng yang dijual di pasaran,'' tegas Dian.

Namun Dian menyatakan, pihaknya berharap masyarakat turut berperan aktif dalam pengawasan peredaran daging celeng. Jika menemukan ada daging celeng, maka diminta untuk segera melaporkan kepada pihaknya. 

Sumber: republika.co.id

Toko Kaca di Kepandean Indramayu Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai 1 Miliar

Sebuah toko kaca di Jalan Letjend Suprapto No 237 Kelurahan Kepandean Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu milik Said (55) warga kelurahan Lemahmekar Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu, Kamis (2/7) pagi, ludes terbakar.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Peristiwa kebakaran yang sempat menggegerkan warga tersebut diduga akibat korsleting listrik yang ada di dalam sebuah toko ketika sang pemiliknya tidak ada di tempat.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran itu semula diketahui oleh warga setempat yakni Ali. Ketika itu, Ali yang hendak pergi salat Subuh saat di lokasi kejadian  tiba-tiba saja dikagetkan dengan kobaran api yang berasal di sebuah toko kaca milik Said.

Melihat itu, kemudian Ali menghubungi pemilik toko dan pemadam kebakaran serta pihak kepolisian. Ali sempat mencoba memadamkan api tersebut dengan dibantu warga setempat.

Namun usahanya gagal, kobaran api yang kian membesat itu dalam waktu yang singkat langsung menyambar seluruh barang barang yang ada di toko. Akibatnya, bangunan dan barang-barang korban pun ludes terbakar

Sementara itu, kobaran api yang besar tersebut baru bisa dipadamkan dua jam setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.

Menurut Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, melaui Kapolsek Indramayu, AKB Budiyanto didampingi Kanit Reskrim, Aiptu A Heri mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa kebakaran tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian.

“Berdasarkan keteragan sementara, peristiwa kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik yang ada di dalam toko ketika sang pemiliknya tidak ada di tempat.”

“Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun akibat peristiwa kebakaran itu  korban ditaksir menderita kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Sumber: fajarnews.com

Gaji ke-13 PNS Indramayu Cair

Para pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Indramayu akhirnya bisa bernafas lega. Gaji ke-13 yang telah mereka nantikan akhirnya cair, Kamis (2/7).

Pencairan gaji ke-13 itu berlaku untuk semua PNS. Berdasarkan data dari Bagian Keuangan Setda Indramayu, khusus untuk PNS di lingkungan Setda Indramayu gaji ke-13 mulai dari Sekda, staf ahli, asisten, Kabag, Kasubag, hingga staf itu totalnya mencapai Rp 872.262.000.

''Alhamdulillah, gaji 13 yang sangat dinantikan selama satu tahun ini akhirnya cair,'' kata seorang PNS, Eni Nuraeni.

Eni mengatakan, keberadaan gaji ke-13 itu sangat bermanfaat bagi para PNS. Apalagi, saat ini menjelang lebaran Idul Fitri.

Hal senada diungkapkan seorang PNS lainnya, Agus. Dia mengaku sangat menantikan cairnya gaji ke-13 untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya di tahun ajaran baru ini.

''Anak saya tahun ini masuk SMA, butuh biaya besar. Alhamdulillah dengan gaji ke-13 ini beban saya jadi berkurang,'' tandas Agus.

Sumber: republika.co.id

Kamis, 02 Juli 2015

Pemkab Indramayu Izinkan Mobil Dinas Buat Mudik

Di tengah pro kontra penggunaan kendaraan dinas buat mudik, pemkab Indramayu menegaskan bahwa kendaraan dinas boleh dipakai buat mudik lebaran tahun 1436 H ini. Hal tersebut dikatakan Sekda Indramayu, H Ahmad Bachtiar SH, Selasa (30/6), di ruang kerjanya.

Dikatakan Bachtiar, sesuai dengan pernyatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi, kendaraan dinas memang diperbolehkan buat mudik. Sekda mengaku sangat mendukung kebijakan ini. Pasalnya tidak semua pejabat memiliki mobil pribadi. Begitu juga bagi karyawan yang menggunakan motor dinas.

“Silakan saja kendaraan dinas dipakai buat mudik pada saat lebaran nanti. Yang penting bensin (bahan bakar), oli, dan pemeliharaan lainnya jangan menggunakan uang negara, tapi pakai duit pribadi,” tandas Sekda.

Sekda berharap melalui kebijakan ini maka akan membantu para pejabat maupun PNS yang akan mudik, sehingga mereka juga diharapkan cepat kembali ketika sudah memasuki hari kerja pasca lebaran nanti.

Kebijakan tentang dibolehkannya penggunaan kendaraan dinas buat mudik ternyata juga disambut positif kalangan PNS di lingkungan pemkab Indramayu. Menurut Deni Sanjaya, salah seorang PNS, penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran wajar saja dilakukan. Apalagi di lingkungan pemkab Indramayu mungkin tidak banyak pejabat yang mudik jauh, karena sebagian besar orang lokal.

Disamping itu, ketika mobil dinas dibawa mudik maka akan lebih aman. Karena kalau ditinggal mudik justru sangat rawan untuk terjadinya pencurian. “Daripada kendaraan dinas ditinggal tidak ada manfaatnya, ya saya setuju kalau dipakai mudik. Karena kalau ditinggal mudik justru sangat rawan untuk terjadinya pencurian,” katanya. 

Sumber: radarcirebon.com

Pengiriman Uang TKI di Indramayu Naik 60 Persen Saat Bulan Ramadhan

Nilai pengiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu melalui Kantor Pos mengalami kenaikan sekitar 60% selama Ramadan dari rata-rata pengiriman uang TKI hari biasa yang mencapai Rp1,5-Rp2 miliar per hari.

Besarnya nilai kiriman uang dari TKI di Kabupaten Indramayu diperkirakan karena mendekati Idulfitri dan akan datangnya tahun ajaran baru di sekolah sehingga membuat peningkatan nilai pengiriman uang naik signifikan.

Humas Kantor Pos Cabang Indramayu Tiarsa Wahyudin mengatakan jika dilihat berdasarkan jumlah transaksi, pengiriman uang dari TKI asal Indramayu juga mengalami peningkatan sekitar 30%-40% dibanding hari biasa.

Dia menuturkan momentum Ramadan yang berdekatan dengan tahun ajaran baru membuat para TKI mengirimkan uang lebih besar untuk keluarganya di Indramayu sehingga peningkatan pengiriman uang Ramadan kali ini lebih besar dari Ramadan tahun lalu.

“Pengiriman uang didominasi oleh TKI Indramayu yang bekerja di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab,” katanya kemarin.

Aris mengungkapkan sejumlah TKI yang bekerja di negara asia lainnya seperti Taiwan, Hongkong dan Jepang juga cukup banyak yang mengirimkan uang dan juga barang selama Ramadan.

“Pengiriman barang dari Indramayu ke sejumlah negara juga mengalami kenaikan seiring naiknya jumlah pengiriman uang dan barang ke Indramayu,” ujarnya. 

Sumber: bisnis.com

Rabu, 01 Juli 2015

Warga di Desa Kalianyar Gunakan Air Kubangan

Musim kemarau tahun ini mulai dirasakan dampaknya oleh warga di Blok Oyoran, Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Akibat krisis air bersih, mereka terpaksa menggunakan air kubangan yang kotor dan berlumut untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) sehari-hari.

Berdasarkan pantauan, Selasa (30/6), air kubangan tersebut sangat kotor dan berwarna hijau keruh akibat lumut. Dalam kondisi normal, air kubangan tersebut kerap digunakan ternak bebek milik warga untuk berenang.

Setiap pagi dan sore hari, warga di blok tersebut akan beraktifitas di kubangan itu. Di salah satu sisi kubangan, terdapat warga yang mencuci pakaian. Di sisi kubangan yang lain, terdapat warga yang mandi dan menggosok gigi. Di dalam kubangan tersebut, juga terdapat ternak bebek yang sedang berenang. 

Padahal, di sisi kubangan yang lain  adapula warga yang sedang mencuci beras. Akibatnya, air bekas sabun dan deterjen maupun kotoran dari bebek akan tercampur ke dalam beras yang sedang dicuci warga.

"Setiap musim kemarau ya seperti ini," keluh seorang warga di Blok Oyoran, Dawuri (45).

Dawuri mengatakan, warga terpaksa menggunakan air kubangan karena tidak ada lagi air bersih yang bisa mereka gunakan. Pasalnya, air sumur milik warga mulai mengering akibat ketiadaan hujan yang turun dalam sebulan terakhir.

Jikapun ada sumur yang masih menyisakan air, maka air tersebut tetap tak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, air dari sumur itu berasa asin akibat pengaruh interusi air laut. 

Selain menggunakan air di kubangan secara langsung, warga juga akan membawa pulang air kubangan itu dengan menggunakan sejumlah jerigen. Mereka akan membiarkan air tersebut semalaman supaya kotoran yang ada di air akan mengendap di dasar jerigen.

Sumber: republika.co.id

PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu Siapkan Tanki Keliling Atasi Krisis Air

PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu telah menyiapkan sekitar lima mobil tangki keliling. Direktur Umum (Dirum) PDAM Tirta Darma Ayu, Endang Effendi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar lima mobil tangki keliling untuk daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.

Endang meminta masyarakat di suatu daerah yang mengalami krisis air bersih tak ragu untuk meminta bantuan pasokan air bersih dari PDAM. Namun, permintaan itu harus dilakukan secara tertulis dan resmi oleh kuwu (kepala desa) masing-masing.

''Pengajuan secara tertulis itu dimaksudkan untuk tertib administrasi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,'' tandas Endang. 

Sebelumnya, warga mengeluhkan kekeringan melanda desa Kalianyar, Indramayu. Darinih (46 tahun), warga desa tersebut mengaku terpaksa menggunakan air kubangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Darinih menambahkan, setiap pagi dan sore, dia dan keluarganya akan mandi dan mencuci pakaian di kubangan tersebut. Setelah itu, dia membawa air kubangan itu untuk dibawa pulang ke rumah dengan menggunakan sejumlah jerigen.

Sedangkan untuk minum dan memasak, Darinih mengaku harus membelinya dari warga lain yang sudah memasang ledeng. Untuk setiap satu jeriken kecil, dia harus merogoh uang Rp 500. Namun, air ledeng di rumah warga pun tidak mengalir dengan lancar.

Sumber: republika.co.id

Dua TKI Asal Kabupaten Indramayu Tewas di Luar Negeri

Dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu tewas saat bekerja di luar negeri. Kematian kedua korban itu diduga akibat kecelakaan kerja di tempat kerjanya masing-masing.

Kedua TKI itu adalah Sopan Sopiyan (34 tahun), warga Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu dan Solihin (34 tahun), warga Kelurahan Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Sopan tewas saat bekerja di Korsel, sedangkan Solihin tewas di Malaysia.

Pihak otoritas di Korsel dalam surat pengantarnya menyatakan bahwa korban merupakan seorang tenaga buruh konstruksi yang tewas saat bekerja. Pihak BNP2TKI yang mendampingi keluarga korban kemudian langsung memberikan hak-hak korban seperti asuransi, gaji dan uang pemakaman kepada ahli warisnya.

Sementara itu, untuk korban Solihin, meski sudah bisa menerima nasib yang dialami korban, namun pihak keluarga masih mempertanyakan penyebab pasti kematian korban.

Salah seorang keluarga korban Solihin, H Helmi, mengatakan, pihak keluarga memperoleh informasi kematian korban akibat terjatuh dari sebuah gedung lantai 12 di Malaysia.

Sumber: republika.co.id