Sabtu, 07 Maret 2015

Polres Indramayu Nyatakan Perang Terhadap Begal

Perang lawan begal juga dilancarkan Polres Indramayu. Kapolres Indramayu AKBP Wijarnako bersama jajarannya sejak beberapa hari terakhir ini gencar memberantas aksi kejahatan jalanan yang cenderung marak terjadi di Indramayu, Jawa Barat.

Karena aksi begal sering terjadi,  pengguna jalan nampaknya sudah memahami titik-titik rawan begal yang cenderung dilakukan saat magrib hingga dinihari.

Daerah rawan begal ada di Jalur Utama Pantura maupun di Jalur Alternatif Kabupaten Indramayu. Masyarakat mewaspadai modus operansi begal yakni mencegat atau memepet sepeda motor serta harta benda pengendara di jalan setelah sebelumnya melukai atau mengancam melukai korban dengan senjata tajam.

Titik rawan begal di Jalur Pantura Indramayu  yakni di jalan baru Lohbener-Widasari, jalan lama Lohbener-Leuwigede-Widasari. Jalan Jatibarang-Cadangpinggan Kecamatan Sukagumiwang. Jalan alternative Balongan-Juntinyuat-Karangampel-Krangkeng. Jalan alternative Karangampel-Segeran Kidul kecamatan Juntinyuat-Sudikampiran- Tambi Kecamatan Sliyeg-Jatibarang.

Upaya yang dilakukan Kapolres Indramayu AKBP Wijarnako dengan meningkatkan frekwensi patroli mobil keamanan, memasang spanduk waspada aksi begal serta yang terakhir merazia sepeda motor bodong di rumah-rumah warga. Aksi razia motor bodong ini cukup efektif mengamankan sejumlah barang bukti sepeda motor tanpa surat-surat kendaraan STNK/BPKB. Hasil razia motor bodong diamankan di Mapolres Indramayu.

Hanya saja saat razia motor bodong di Kecamatan Krangkeng,  sempat ricuh bahkan terjadi insiden penganiayaan dua anggota Babinsa  Koramil Krangkeng luka parah dan sepeda motor dinasnya hangus dibakar massa karena sebelumnya massa memprotes razia motor bodong di rumah-rumah warga di Kecamatan Krangkeng.

Dua anggota Babanisa Koramil Krangkeng itu Serda Agus Budi Siswanto dan Serma Kamiludin yang sebetulanya tidak ada kaitannya dengan razia motor bodong yang dilancarkan jajaran Polres Indramayu. Kedua anggota bintara itu sedang bertugas mendata ketahanan pangan di Desa Srengseng. Saat akan kembali ke Makoramil Krangkeng mengendarai motor dinas, kebetulan berpapasan dengan massa yang sebelumnya marah karena memprotes razia motor bodong.

Massa tiba-tiba melampiaskan amarahnya dengan menganiaya dua anggota Babinsa Krangkeng itu. Melihat massa mengamuk, Serda Agus Budi Siswanto yang dibonceng berupaya menyelamatkan diri dengan berlari kembali  ke Balai Desa Srengseng.

Namun Serma Kamiludin yang saat itu mengendarai sepeda motor dinas, posisianya terkepung massa. Massa mengeroyok  korban hingga luka parah. Beberapa warga dan aparat desa menolong korban. Serma Kamiludin yang terluka parah dilarikan ke Rumah Sakit.

Namun sepeda motor dinas yang biasa dipakai korban tidak dapat digunakan lagi karena hangus dibakar massa. Pihak keluarga Serma Kamiludin mengharapkan aksi penganiyaan itu diusut tuntas untuk menghindari terulang kembalinya kejadian pahit itu.

Sumber: poskotanews.com

Selasa, 03 Maret 2015

Grage Group Masih Tahan Diri Untuk Investasi di Kabupaten Indramayu

Grage Group masih memiliki obsesi untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Indramayu Jawa Barat akan tetapi hingga saat ini masih menahan diri sambil mengamati perkembangan di daerah tersebut.

Setelah suskses mendirikan Grage Mall dan Grage Hotel Cirebon pada 2006 silam, kemudian mendirikan kawasan terpadu Grage City, Grage Sangkan Hotel, Grage Estate, dan sedang dalam proses mendirikan Grage Majalengka, Grage Group punya keinginan membangun unit usaha di Kabupaten Indramayu.

Komisaris Grage Group Dekon Gunawan Boediman mengatakan untuk mengambangkan usaha pihaknya memiliki beberapa pertimbangan baik skala makro maupun mikro terkait peluang dan tantangan yang bakal dihadapi Grage Group.

Dia menuturkan pertimbangan makro ekonomi a.l tingkat petumbuhan ekonomi nasional, suku bunga dan inflasi yang secara tidak langsung bakal memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha secara umum.

“Pertimbangan mikronya adalah tingkat pertumbuhan dan investasi daerah yang akan dijadikan tujuan usaha dalam hal ini Kabupaten Indramayu,” katanya, Senin (2/3/2015).

Dekon mengakui sejak akhir tahun 2014 lalu pihaknya mulai intens berkunjung ke Kabupaten Indramayu untuk melakukan dialog dengan pemerintah setempat dan melihat kawasan yang sekiranya bisa dikembangkan.

“Sementara ini kami masih menahan diri, yang jelas keinginan membangun usaha di sana tetap ada,” ujarnya.

Ketika ditanya usaha apa yang memungkinkan dikembangkan Grage Group di Indramayu, Dekon menambahkan bisnis di bidang properti atau mall paling memungkinkan digarap Grage Group mengingat tingkat daya beli masyarakatnya cukup bagus.

Sumber: bandung.bisnis.com

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Indramayu Akan Merehab Taman dan Monumen Perjuangan

Dalam waktu dekat ini, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kab. Indramayu akan mendesign ulang monumen perjuangan yang letaknya berdekatan dengan bunderan mangga Indramayu.

Namun sebelum mendesign ulang monumen perjuangan tersebut, saat ini DKP fokus pada fasilitas umum dan kebersihan pertamanan yang menjadi titik-titik penilaian Adipura.

Trisna, Kepala Dinas DKP Kab.Indramayu diruangannya, Senin (2/3/2015) mengatakan, DKP saat ini sedang merehab fasum yang ada di sekitar taman monumen perjuangan, terutama membangun WC umum dan lampu taman, jika taman tersebut tidak memiliki WC umum dan lampu penerangan maka tidak akan dinilai oleh tim penilai adipura. Kami akan melanjutkan dengan merehab ulang monumen perjuangan yang sampai sekarang belum berfungsi optimal.

"Patung monumen perjuangan itu kurang proporsional oleh karenanya perlu di design ulang, namun untuk mendesign ulang monumen perlu waktu yang panjang dan perencanaan yang handal, Saya akan mendiskusikan hal tersebut dan mengadakan seminar dengan pihak-pihak terkait yang dulu telah ikut serta dalam pembangunan monumen perjuangan," tutur Trisna.   

Sumber: liputanindonesia.co.id

Kamis, 19 Februari 2015

Lowongan Kerja di RS MM Indramayu

RS MM Indramayu mengajak putra dan putri daerah Indramayu dan sekitarnya untuk mengikuti recruitment program 2015 untuk menempati posisi sebagai:
  • Dokter Spesialis (DS)
  • Dokter Gigi (DG)
  • Bidan (B)
  • Perawat (P)
  • Apoteker (A)
  • Ass Apoteker (AA)
  • Analyst Laboratorium (AL)
  • Radiographer (R)
  • Penata Anestesi (PA)
  • Rekam Medis (RM)
  • HRD (H)
  • Akuntansi dan Keuangan (AK)
  • General Affair (GA)
  • Receptionist (R)
  • Public Relation dan Marketing (PR)
  • IT (IT)
  • Teknisi Gedung (TG)
  • Waiters (W)
  • Chef (C)
  • Laundry (L)
  • Security (S)
  • Driver (D)

Tulis kode lamaran, kirim lamaran, CV dan foto ke:
Recruitment Program 2015
RS MM Indramayu
Jl. Letjend Soeprapto No. 292 Kepandean, Indramayu

Lamaran dapat diserahkan langsung ke alamat diatas atau melalui pos. Lamaran paling lambat sampai 28 Februari 2015.

Harap diperhatikan: Info diatas kami copas dari koran lokal di Indramayu. Pada sumber info hanya tertulis seperti yang kami tulis diatas. Jika ada pertanyaan, kami sarankan untuk ditanyakan ke alamat diatas. Oia, pada sumber info juga tidak tercantum kontak person.

Selasa, 17 Februari 2015

Daftar Tunggu Haji di Kab. Indramayu Hingga Tahun 2030

Daftar tunggu pemberangkatan calon haji asal Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ke Tanah Suci di Makkah sudah terisi hingga tahun 2030.

Berdasarkan data Sistem Kuota Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, pendaftaran calon haji Kabupaten Indramayu terus merangkak naik. Hal itu dipicu oleh adanya program talangan haji dari beberapa bank dan lembaga pendanaan untuk memudahkan masyarakat berangkat haji ketanah suci.

“Per hari ini, peluang berangkat calon haji Kabupaten Indramayu untuk tahun 2030,” ujar Kasi Penyelanggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Indramayu, Akhsan, kepada kepada ”ER.Net”, ahir pekan kemarin (13/2).

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Indramayu yang mendaftar pada 2014 ini, baru mendapatkan porsi kursi dan berangkat berhaji pada t 2030 mendatang.

Adapun mayoritas masyarakat yang mendaftar keberangkatan ibadah haji selama ini, masih didominasi oleh kalangan masyarakat petani, menyusul harga hasil panen terus mengalami peningkatan dan para guru seiring dengan keberlangsungan tunjangan sertifikasi yang diterima setiap bulan.

“Untuk kalangan pejabat dan birokrasi peningkatanya tidak signifikan, mayoritas tetap masyarakat petani yang sudah menitipkan dana pada Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji(BPS-BPIH) konvensional di Kabupaten Indramayu.

Ia menambahkan, untuk kuota haji Kabupaten Indramayu yang ditetapkan oleh Kementerian Agama pusat saat ini pada kisaran 1.480 jamaah. Adapun masyarakat yang resmi akan diberangkatkan pada tahun 2015 ini adalah mereka yang dulu mendaftar sebagai calon jemaah haji pada tahun 2010/2011.

“Kita tidak ada intervensi atau salip menyalip, karena data keberangkatan itu dikelola dengan cara online, harapan bagi calon haji yang belum bisa berangkat hanya menunggu mereka (Calhaj red) yang tidak bisa melunasi hingga batas ahir, itupun sisanya diberikan kuota bagi manula (Masyarakat Lanjut Usia) diatas usia 80 tahun yang juga ditetapkan oleh pusat,” imbuhnya.

Ia berharap, tingginya peminat masyarakat untuk berangkat ibadah haji ke baitullah, lebih didasari oleh panggilan sebagai tamu Allah secara tulus, sehingga mampu merubah amaliayah setelah pulang dari tanah suci dengan predikat baik(mabrur/mabruroh).

“Kunci ibadah haji, pasca ibadah dari tanah suci, bagaimana sikap dan ibadah yang dilakukan setelah pulang dari tanah suci, itu yang menjadi cerminan kepribadian seseorang muttaqin,”pungkasnya.

Sumber: eksposrakyat.net

Lintasan Perahu Kerek di Kecamatan Bangodua Akan Dibuat Jembatan

Lintasan tambangan Pulo Cangak di Desa/Kecamatan Bangodua, akan dibuat jembatan. Detail perencanaan pembuatannya (detail engineering design) sudah masuk dalam APBD 2015 bersama-sama rencana pembuatan jembatan di Sindang dan Krasak.

Lintasan Pulo Cangak menjadi sorotan, karena perahu yang biasa mengantarkan warga untuk menyeberang, terguling, Jumat (13/2/2015). Meski tidak ada laporan korban jiwa sampai saat ini, namun sebanyak 23 penumpang termasuk 3 petugas perahu sempat terseret arus deras akibat kejadian tersebut.

Kepala Bidang Jembatan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, Sutiyono mengatakan, perencanaan dilakukan untuk mengetahui biaya pembuatan jembatan di Pulo Cangak. Bila estimasi biaya sudah muncul dari hasil perencanaan, pembangunannya akan dimulai pada tahun 2016.

Menurutnya, anggaran untuk pelaksanaan perencanaan pada tahun ini dianggarkan sebesar Rp 300 juta. Biaya tersebut dikeluarkan untuk pelaksanaan survey, pemeriksaan tanah, serta teknis jarak bentangan.

"Untuk tahap perencanaan, akan ditentukan dulu konsultannya dari hasil lelang. April tahun ini proses lelangnya baru akan berjalan," kata dia, Senin (16/2/2015).

Sutiyono mengatakan, sebenarnya perencanaan pembuatan jembatan di Pulo Cangak akan dilakukan pada tahun 2014 melalui APBD-Perubahan. Akan tetapi dibatalkan, karena dirasa waktunya terlalu mepet. Terlebih, melihat lokasi perencanaannya yang melintasi Sungai Cimanuk, memerlukan banyak pekerjaan dan biaya yang tidak sedikit.

Sutiyono mengatakan, kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah yang terisolasi. Bila dari Kecamatan Bangodua ingin ke arah Pantura Kecamatan Kertasemaya, harus memutar dulu ke arah Kecamatan Widasari yang bisa memakan jarak 5 kilometer.

Sementara, lintasan tersebut menjadi salah satu alternatif warga dari 4 kecamatan yang ingin memperpendek jarak dan waktu tempuh. Akibatnya, lintasan Pulo Cangak menjadi salah satu lintasan yang teramai, meski aspek keselamatan penumpangnya diragukan.

"Pembuatan jembatan itu untuk membuka daerah yang terisolir. Selama ini, wilayah di Pulo Cangak termasuk tertutup, meski aktivitasnya saat ini sudah ramai," ujarnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Sabtu, 14 Februari 2015

UPTD Pen­di­dikan Kecamatan Ter­isi Gandeng Kuwu Terapkan Jam Bebas Siaran Televisi

UPTD Pen­di­dikan Kecamatan Ter­isi bakal menerapkan aturan Jam Bebas Siaran Televisi (Jam Besi) bagi para pelajar. Dalam pelaksanaannya, para Kuwu ikut dilibatkan un­tuk memonitor ru­mah-rumah warga yang memiliki anak usia sekolah.

“Sekarang baru tahap sosialisasi dulu kepada para kuwu. Teknis pelaksanannya nanti terus dimatangkan,” kata Kepala UPTD Pen­­­didikan Kecamatan Te­risi, H Patoni SPd.

Keterlibatan para kuwu dinilai efektif dalam penerapan aturan Jam Besi. Mereka memiliki jaringan aparatur desa sampai tingkat RT yang dapat memantau secara langsung aktivitas para pelajar saat berada di rumah masing-masing.

Selain para kuwu, pem­berlakuan Jam Besi juga akan menggandeng anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tokoh masyarakat, pemuda, ulama, para guru serta kepala sekolah.

Dijelaskan mantan ke­pala UPTD Pendidikan Keca­matan Arahan ini, Jam Besi merupakan tindak lanjut dari pemberlakukan Jam Wajib Belajar yang digelontorkan Bupati, Hj Anna Sophanah beserta Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Kebijakan ini bertujuan meminimalisir kenakalan remaja dan meningkatkan efektivitas belajar siswa. Kebijakan ini berangkat dari rasa keprihatinan melihat anak usia sekolah yang berkeliaran hingga larut malam. Padahal semestinya, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk belajar di rumah, mengaji atau membantu orang tua.

Apalagi pada malam hari, kemungkinan tindakan negatif bisa dilakukan oleh siapapun termasuk anak-anak dibawah umur. “Maka dari itu, harus ada peraturan yang melarang anak-anak usia sekolah berkeliaran dan harus belajar pada malam hari. Sehingga, mereka bisa terhindar dari berbagai kegiatan negatif. Di Kecamatan Terisi namanya Jam Besi, istilah beda tapi tujuannya sama,” terang dia.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat anak malas belajar adalah menonton siaran televisi secara berlebihan. Selain positif sebagai sumber informasi, melatih kreatifitas dan perkembangan otak, siaran TV banyak pula perkembangan negatifnya. Terutama bila penggunaanya kurang tepat dan jika tidak didampingi oleh orang tua. (kho)

Sumber: radarcirebon.com

Syarat Untuk Calon Bupati Indramayu Independen Tambah Berat

Selain calon dari partai politik atau gabungan partai politik, Pemilihan Bupati (Pilbup) Indramayu 2015-2020 juga memberikan kesempatan bagi calon perseorangan (independen) untuk maju dalam pencalonan. Hanya saja, mereka harus memenuhi persyaratan dukungan sesuai dengan aturan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu Divisi Teknis, Drs H Madri mengatakan, sesuai dengan Draft Peraturan KPU Tentang Pencalonan Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, bagi calon perseorangan harus mendapatkan dukungan minimal lima persen dari tiga persen jumlah penduduk. “Itu baru pencalonan saja, nanti kalau sudah resmi menjadi calon syarat dukungan minimalnya tiga persen dari jumlah penduduk,” jelas Madri.

Untuk Kabupetan Indramayu dengan jumlah penduduk sekitar 2,2 juta jiwa, berarti syarat dukungan bagi calon independen adalah sekitar 66 ribu dukungan. Dukungan ini harus dibuktikan dengan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).

“Dukungan juga harus tersebar minimal di 50 persen jumlah kecamatan ditambah satu, atau untuk Indramayu dengan jumlah kecamatan 31 maka dukungan harus tersebar minimal di 17 kecamatan,” tandas Madri.

Ketua KPU Kabupaten Indramayu, M Hadi Ramdlan mengatakan, KPU Indramayu sampai saat ini masih menunggu aturan dari pusat. Sebab, masih ada dua kemungkinan apakah pelaksanaan pilkada akan dilaksanakan pada tahun 2015 atau 2016. Bila dilaksanakan tahun ini pun, sebenarnya KPU Indramayu siap untuk melaksanakannya. “Kapanpun pilkada akan dilaksanakan kami sudah siap, yang penting aturannya sudah jelas,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, dalam Pemilihan Bupati Indramayu 2010-2015 yang diikuti enam pasangan calon, ada tiga pasangan yang merupakan calon independen (non partai). Yaitu pasangan Api Karpi-Rawita Rameh, Mulyono Martono-Handaru Wijayakusumah, dan pasangan Toto Sucartono-Kasan Basari.

Sedangkan untuk Pilbup 2015-2010 sejauh ini belum ada nama-nama kandidat cabup independen. Meskipun demikian, sejumlah nama sudah mulai bermunculan, seperti Maman Suparman (pengusaha), H Juhadi Muhammad (pengusaha/ketua PCNU), Raden Inu Danubaya dan sejumlah nama lainnya.

Sumber: radarcirebon.com