Rabu, 06 April 2016

Kabupaten Indramayu Punya TV Desa (TVD)

Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Kodim 0616 Indramayu menyosialisasikan program televisi desa (TVD). Recananya, program ini akan di-launching pada tahun ini. 

“Ini (TVD, red) dilakukan untuk mempromosikan potensi desa supaya bisa terekspose ke dunia luar,” kata Bupati Indramayu Anna Sophanah usai sosialisasi di Pendopo Raden Bagus Aria Wiralodra Indramayu, Rabu (6/4)

Anna mengatakan, saat ini, potensi sumber daya di pedesaan sangat banyak. Namun, kata dia, minimnya informasi dan promosi membuat potensi tersebut tidak terlihat, bahkan sulit berkembang.

“Potensinya banyak, mulai dari pertanian, perkebunan, kerajinan, bahkan di antaranya ada yang dapat dijadikan desa wisata,” kata Anna.

Menurutnya, program TVD sudah ada sejak beberapa tahun lalu dan dijalankan langsung oleh Mabes TNI dan bekerja sama dengan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) dengan sasaran aktivitas pedesaan. Hal itu dilakukan supaya pemerintah RI bisa langsung menyaksikan perkembangan pemerintah desa.

Anna mengungkapkan, minimnya informasi potensi di setiap desa lantaran kurangnya informasi desa yang terpublikasi ke dunia luar. Maka, kata dia, dengan adanya TVD ini diharapkan semua potensi desa itu bisa terangkat keluar dan masyarakat dari luar daerah dapat mengetahuinya.

Dandim 0616 Indramayu, Letkol Arh Benny Febrianto SSos mengatakan, dengan adanya TVD ini maka para kuwu bisa bermitra dengan babinsa untuk terus menggali potensi desanya. Sehingga, kata dia, potensi dan keunggulan yang masih terpendam di masing-masing desa itu bisa terangkat ke publik.

“Lebih dari itu, dengan terangkatnya potensi sumber daya desa, maka tingkat kesejahteraan masyarakat desa pun semakin terangkat. Dan ini akan mengurangi angka pengangguran,” katanya

Sumber: republika.co.id

Sabtu, 19 Maret 2016

Pemilik Bangunan Liar di Sukagumiwang Indramayu Memilih Bongkar Sendiri

Peremajaan bendung rentang yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)  Cimanuk Cisanggarung, nyaris terhabat keberadaan bangunan liar di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Keberadaan bangunan liar ini mengganggu manuver alat berat untuk mengakses DAS. Dari ribuan bangunan liar tersebut sebagian mulai dibongkar pemiliknya. Sedikitnya di sepanjang DAS tersebut terdapat 375 bangunan permanen ilegal dan 1.925 semi permanen.

“Bagaimanapun kita harus sadar, tanah yang kami tempatpi milik pemerintah. Ya sewaktu-waktu ada program seperti ini harus rela membongkar sendiri,” ujar pemilik kios di DAS Sidupraja, Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasmaya, Tamina (50), kepada Radar, Kamis (17/3).

Diungkapkan dia, sebelum dilakukan pembongkaran sudah ada surat edaran yang dikeluarkan. Diakui, respons pemilik bangunan liar bermacam-macam. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang menolak membongkar sendiri.

Camat Sukaguming, Suwenda SE mengapresiasi pemilik bangunan yang berinisiatif melakukan pembongkaran secara sukarela. Adanya kesadaran pemilik bangunan merupakan kontribusi positif dalam menyukseskan peremajaan saluran irigasi.

“Mudah-mudahan para pemilik bangunan liar yang lain juga menyadari hal ini. Normalisasi diperlukan untuk memperlancar air dari bendung rentang dan peningkatan produktivitas lahan pertanian,” kata dia.

Selain memberikan edaran, kata Suwenda, pihaknya juga berkordinasi dengan pemerintah desa agar memberikan pengertian pada pemilik bangunan. Pendekatan door to door ini cukup efektif karena banyak yang mulai membongkar sendir bangunan miliknya.

“Program ini sangat besar manfaatnya untuk Kabupaten Indramayu, sehingga harus didukung semua pihak termasuk para pemilik bangunan liar,” tandasnya. 

Sumber: radarcirebon.com

Kualitas Air Yang Dihasilkan PDAM Cabang Kandanghaur Menurun

Kualitas air bersih yang dihasilkan Perusahan Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu (PDAM TDA) Cabang Kandanghaur, menurun drastis. Kondisi tersebut dikarenakan kekeruhan pada air baku untuk produksi PDAM masih mengalami fluktuasi. Bahkan saat ini kekeruhan mencapai 2.000 Nephelometric Turbidity Units (NTU).

Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu H Tatang Sutardi S Sos MSi, melalui Kepala Cabang PDAM Kandanghaur Agus Suprihartono SSos mengatakan, tingkat kekeruhan air baku sebelumnya masih di level 1.000 NTU. Bahkan pekan kemarin mengalami penurunan hingga 500 NTU.

Beberapa hari terakhir ini terus naik dan sekarang mencapai 2.000 NTU. Karena tingkat kekeruhannya tinggi, PDAM menggunakan alumunium sulfat (A1). Senyawa ini digunakan untuk menjernihkan air dan biasa dilakukan apabila tingkat kekeruhan air baku diatas 1.500 NTU. “Pengunaannya untuk satu hari satu malam atau 24 jam menghabiskan sebanyak 1 tons. Biasanya atau dibawa level itu yang digunakan bahan poly aluminum chloride (PAC), ” ujar Agus, kepada Radar.

Agus mengatakan, tingginya kekeruhan pada air baku, dikarenakan debit air pada saluran sekunder BK kandanghaur naik, sehingga endapan lumpur saluran tersebut terangkat lalu bercampur dengan air. Air baku untuk produksi air bersih PDAM Kandanghaur, di ambil dari pintu induk Bendungan Salamdarma, melalui saluran sekunder BK Kandanghaur.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PDAM. Karena, kualitas air bersih yang diproduksinya itu tidak maksimal. Meski demikian, air bersih yang dihasilkan itu masih standar kesehatan nasional dan WHO.

“Bisa saja air yang kita produksi itu lebih jernih, tapi air yang dihasilkan tersebut tidak bisa menjangkau ke semua pelanggan. Namun tidak perlu khawatir, meski tingkat kejernihannya tidak maksimal, air bersih tersebut aman dan layak digunakan,” kata Agus.

Air bersih untuk kebutuhan pelanggan di wilayah Kandanghaur dan Gabuswetan, diproduksi melalui Instalasi Pengeolahan Air (IPA) yang berlokasi di Desa Babakan Jaya, Kecamatan Gabus Wetan. Instalasi tersebut mampu memproduksi air bersih sebanyak 60 liter/detik.

Sumber: radarcirebon.com

Wereng Mulai Menyerang Pemukiman di Anjatan Indramayu

Sepekan terakhir, warga di Kecamatan Anjatan diganggu serangan wereng ke kawasan permukiman. Organisme pengganggu tanaman yang menjadi musuh petani ini masuk ke dalam rumah dan mengerumuni lampu penerangan serta makanan dan minuman.

“Selain wereng, hama kodok juga ikutan menyerang pemukiman warga,” ujar warga Desa/Kecamatan Anjatan, Andi (30), kepada Radar, Kamis (17/2).

Wereng dan kodok ini umumnya menyerbu rumah- rumah warga yang berdekatan dengan areal persawahan. Belakangan, serangan kodok dan hama semakin meluas. Awalnya, keberadaan werang maupun kodok ini tidak meresahkan lantaran jumlahnya tidak seberapa. Tetapi setelah beberapa malam berlalu, kehadiran dua hama itu semakin mengganggu karena jumlahnya terus bertambah. “Kalau pagi, kodok menyisakan kotoran yang mirip kotoran kucing,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi supaya hama wereng berkurang, sebagian warga meletakkan ember besar yang berisi air. Dengan cara seperti ini, ketika wereng jatuh kebawah langsung masuk ke dalam air dan mati.

Asim (45) warga lainnya mengatakan, serangan hama werang dan kodok sangat mengganggu aktivitas warga. Keberadaan werang dan kodok di kawasan permukiman tersebut ditenggarai imbas dari penggunaan pestisida di lahan pertanian. “Sawah lagi disemprot obat. Pada akhirnya kodok dan wereng pindah ke permukiman warga,” terangnya.

Hewan amfibi sangat ringkih terhadap bahan-bahan kimia. Dosis racun yang terdapat pada obat-obat pertanian dalam skala besar akan berdampak negatif terhadap populasi amfibi di sawah. Sementara Cali (50) tokoh petani setempat meminta ada sosialisasi dari instansi terkait, untuk penanggulangan hama yang menyerang permukiman. Sebab, kehadiran hama sudah mengganggu ketenangan warga.

Sumber: radarcirebon.com

Jumat, 18 Maret 2016

UPTD Puskesmas Sukra Indramayu Gelar Operasi Katarak

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesehatan Kecamatan Sukra bekerja sama dengan Rumah Sakit Cicendo Bandung menggelar operasi katarak bagi masyarakat wilayah kabupaten Indramayu dan Subang, Selasa, (15/3) kemarin.

Kegiatan kemanusiaan itu mendapat antusias dari masyarakat, bahkan aktivitas pelayanan terlihat lebih ramai dari hari-hari sebelumnya, di hari ini bukan hanya pelayanan kesehatan umum saja yang sedang dilaksanakan oleh pusat kesehatan masyarakat ini, tetapi juga pelayanan operasi katarak masal yang diikuti sekitar 150 warga ditangani oleh dokter spesialis Rumah Sakit Cicendo yang merupakan Rumah sakit terkenal di Indonesia dengan keahliannya di bidang penyakit mata.

Samin (35) warga Desa Sukarasa  Kabupaten Subang menuturkan demi kesembuhan matanya, ia rela menunggu dan antri sejak subuh tempat pelayanan gratis ini.

 “Abdi geus aya di didieu ti kentong subuh, khawatir teu ka asup (saya sudah ada di sini sejak azan subuh, khawatir tidak kebagian tempat) “ tuturnya kepada “FC”, kemarin.

Ia membawa orang tuanya yang sudah hampir satu tahun  mengidap katarak,  kegiatan operasi katarak ini sangat membantu meringankan beban sebaai warga Subang ,  jika dibandingkan harus langsung ke RS Cicendo  Bandung  belum lagi hal-hal lainnya.

Sementara itu,  Mantri jaga Puskesmas Sukra, Karyanto mengutarakan bahwa kegiatan ini akan berlangsung  selama enam kali dari mulai bulan maret sampai September 2016 nanti, adapun apabila pasien yang memiliki Jamkemas atau Kartu Indonesia Sehat, tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis, tetapi untuk pasien yang tidak memiliki KIS masih bisa dilayani dengan jalur umum dengan tarif Rp.600,000,-  per mata.

“Kegiatan ini mas, akan dilaksanakan setiap bulan selama 6 kali mulai bulan ini sampai dengan bulan September, itu bisa dilihat tanggal- tanggal pelaksanaan nya di papan penumuman” tuturnya

Menurutnya, masalah biaya semua digratiskan terutama peserta dan pemegang Kartu Indonesia Sehat, adapun  yang tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah masuk dalam kategori umum dengan biaya Rp600 ribu.

Pantauan “FC”, papan pengumuman di ketahui bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan lagi pada bulan 12 April, 10 Mei, 19 Juni, 9 Agustus dan 13 September 2016 nanti.  Bagi masyarakat pembaca yang mengetahui ada tetangga yang terinfeksi katarak bisa di bawa langsung dan segera dioperasi pada tanggal – tanggal tersebut di Puskesmas Sukra.

Pelaksanan operasi katarak kali ini yang mendaftarkan diri sebagai peserta baik yan berasal dari wilayah Indramayu Barat bahkan dari tetangga Kabupaten tampak dalam antrian termasuk pasien yan mengidap penyakit katarak dalam berbagai kategori jenis penyakit mata.

Sumber: fajarnews.com

Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Kroya Indramayu Unjuk Rasa Tolak Uang Perpisahan

Ratusan siswa SMP Negeri 1 Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu melakukan aksi Unjuk rasa penolakan uang perpisahan Kelas IX, mereka menuntut agar pihak sekolah untuk menghapus Pungutan tersebut.

Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Kroya yang terdiri dari kelas VII dan VIII dan sebagian siswa kelas IX SMP ini, melakukan aksi unjuk rasa pada saat jam istirahat dengan berorasi di sekolahan serta membentangkan famplet dan spanduk yang bertulisan penolakan adanya pungutan.

Dalam orasinya para siswa ini, meminta pihak sekolah untuk tidak terus menerus melakukan pungutan. Hal ini dikarenakan kondisi orang tua mereka yang belum panen sehingga kerap mengeluh bila dimintai uang untuk kebutuhan sekolah.

 “kami minta pihak sekolah untuk menghentikan segala bentuk pungutan termasuk pungutan uang perpisahan yang dinilai memberatkan orang tua kami,” tegas seorang siswa dalam orasinya.

Siswa juga mempertanyakan pungutan uang perpisahan bagi seluruh siswa kelas VII dan VIII yang besarnya 50 ribu rupiah per siswa. Sejumlah siswa menilai pungutan tersebut merupakan beban bagi orang tua terlebih pada saat ini belum memasuki masa panen.

Keluhan beratnya beban uang perpisahan juga disampaikan oleh perwakilan siswa kelas IX yang dikenakan biaya perpisahan sebesar 200 ribu rupiah persiswanya. Menurut mereka, pihak sekolah seharusnya mempetimbangkan besarnya biaya yang akan dibebankan kepada orang tua.

“kalo bisa, pihak sekolah mengurangi biaya untuk perpisahan ini karena bagi orang tua sangat memberatkan,” papar siswa kelas IX.

Para siswa kelas IX mengaku selain pungutan uang perpisahan, siswa juga dikenakan uang pengayaan dan pungutan-pungutan lainnya yang mau tidak mau harus dibayarkan oleh siswa yang akan mengikuti ujian sekolah.

Selain menolak adanya pungutan di sekolah, ratusan siswa juga menolak adanya pemindahan dua orang guru mereka ke sekolah lain. Dalam spanduk tersebut, mereka meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk mempertahankan guru bidang studi bahasa Inggris, dan guru BP pindah ke SMP Negeri IV Gabus Wetan.

Sementara itu, aksi ratusan siswa ini tidak ditemui oleh kepala sekolah. Aksi siswa ini hanya ditemui oleh perwakilan guru dan wakil kepala sekolah di sekolah tersebut.

Sedangkan Menurut informasi dari pihak sekolah, kepala sekolah SMP Negeri 1 Kroya, Drs Setya Budi Utomo MA, sedang ke Dinas Pendidikan di Indramayu untuk suatu keperluan kedinasan, dan ada yang menyebutkan kepala sekolah sedang sakit.

Sumber: fajarnews.com

Kamis, 17 Maret 2016

Pemilik Warung di Pantura Indramayu Minta Mediasi Sebelum Penggusuran

Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk melakukan penggusuran terhadap warung remang-remang (warem) di sepanjang jalur pantura Indramayu, disayangkan para pemilik warem. Pasalnya, penggusuran tersebut tidak diawali dengan adanya mediasi terlebih dahulu.

Koordinator Komunitas Pengelola Kafe Pantura, Budi Asmara mengatakan, dirinya kecewa atas rencana penggusuran tersebut, untuk itu sebelum dilakukan penggusuran, pihaknya meminta adanya mediasi terlebih dahulu.

"Ya kami minta adanya mediasi dulu, meskipun dalam surat teguran tersebut berisi tiga pelanggaran seperti pelanggaran peraturan daerah (perda) minuman beralkohol (mihol), prostitusi dan menduduki tanah negara," kata dia, Rabu (16/3/2016).

Dia mengaku, jika tujuan penggusuran tersebut untuk penertiban mihol
dan prostitusi, pihaknya meminta adanya pelatihan dan pembinaan, namun jika untuk menertibkan bangunan yang berada di atas tanah negara, pihaknya meminta adanya relokasi dan alih fungsi usaha.

"Memang selama ini tidak ada retribusi, akan tetapi bangunan sepanjang pantura ini tidak semua warem. Kami siap merubah usaha kami jika penggusuran tersebut dilakukan secara baik-baik" paparnya.

Dia menyebutkan, di Kecamatan Patrol ada 70 warem yang sudah mendapatkan tiga kali surat teguran. Namun itu belum secara menyeluruh. "Pokoknya kami meminta mediasi terlebih dahulu sebelum penggusuran" tegasnya.

Sementara, Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Kabupaten Indramayu, Siti Nur Amalia membenarkan, akan adanya pembongkaran warem di sepanjang Pantura, mulai dari Lohbener hingga Sukra, Indramayu. "Insya Allah akan dilaksanakan pada Sabtu 19 Maret mendatang," ucapnya.

Sumber: okezone.com

Pembongkaran Warem di Indramayu Dilaksanakan Sabtu Ini

Pejabat Pelaksanaan teknis Kegiatan (PPTK) Penegakan Perda di Indramayu Sekaligus Kasubag Umum dan Pegawaian Sat Pol PP Indramayu, Siti Nurmalia menegaskan Bahwa Pembongkaran Warung remang remang di Kabupaten Indramayu Akan di laksanakan Sabtu depan, Perihal itu diungkapkan Situ nurmalia Ketika ditemui FC di ruang kerjanya.

“ untuk pembongkaran Warem di Indramayu ini, kita akan dilaksanakan tanggal 19 mendatang tepatnya hari sabtu depan,” ujarnya.

Menurut Nurmalia, Pihaknya saat ini, masih melakukan tahapan tahapan surat menyurat terkait pembongkaran warung remang remang di kabupaten Indramayu termasuk diantaranya melayangkan surat peringatan kepada para pemilik warung remang remang yang berdri di tanah pemerintah tampa memiliki ijin yang resmi.

“ Surat peringatan satu, kita sudah layangkan per tanggal 1  sampai tanggal 8 maret kemarin, sedangkan surat peringatan kedua baru kami layangkan terhitung tanggal 14 sampai 17 maret kedepan,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah proses tahapan itu ditempuh, pihaknya pun akan melayangkan surat peringatan ketiga yakni terhitung pada tanggal 18 maret depan, setelah itu jedah  1x24 jam pihaknya akan melakukan pembongkaran.

“ proses pembongkaran warem ini, akan melibatkan kurang lebih 100 personil yang terdiri dari pihak kepolisian setempat dan TNI serta jajajaran Muspika di kabupaten Indramayu untuk meminimalisir gesekan di lapangan,” ungkapnya.

Nurmalia menuturkan, Untuk Zonasi Pembongkaran Ini, akan di lakukan di wilayah sepanjang pantura di kecamatan kandanghaur tepatnya di Desa eretan Kulon kemudian akan diikuti ditempat lainya seperti di kecamatan Patrol.

“kami sudah berkordinasi dengan pemerintah Desa dan kecamatan terkait perihal akan dilakukan pembongkaran  tersebut termasuk kepada dinas terkait yang mempunyai wewenang,” ujarnya.

Namun demikian, kata nurmalia, terkait pembongkaran ratusan warem di Indramayu ini, masih sedikit terkendala dengan minimnya anggaran  sehingga di laksanakanya secara bertahap.

“ karena minimnya anggaran, untuk tahap pertama puluhan warem yang berdiri di sepanjang pantura kecamatan Kandanghaur,” ujarnya.

Sumber: fajarnews.com