Kamis, 23 Maret 2017

Siaga Banjir, Kembali Jajaran Polres Indramayu Cek Aliran Sungai

Hujan Deras yang melanda Kabupaten Indramayu membuat warga bersiaga dengan ancaman banjir yang diakibatkan meluapnya aliran sungai, terlebih kawasan warga yang rumahnya dekat sungai, Selasa (21-03-2017).

Mengantisipasi hal itu, Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo B SIK, SH, MH, memerintahkan jajarannya untuk mengecek debit air yang berada di wilayah hukum Polsek masing-masing, terlebih Polsek yang memang terdapat wilayahnya sering menjadi langganan banjir.

Pengecekan debit air sungai tersebut dilakukan, agar jika terjadi banjir akibat meluapnya air sungai, pihak Kepolisian dapat secara cepat memberikan peringatan kepada masyarakat serta lakukan evakuasi dini. [Humas Polres Indramayu]

Sumber: http://bit.ly/2o6nL9X

Bupati Indramayu Ingatkan Kuwu Tak Selewengkan Dana Desa

Bupati Indramayu, Hj Anna Sophana mengingatkan para kuwu untuk tidak main-main dalam pemanfaatan dana desa. Pasalnya ketidak hati-hatian dalam pengelolaan, apalagi menyelenwengkannya bisa terseret masalah hukum.

“Jangan main-main dengan dana desa. Pengelolaannya harus sesuai dengan perencanaan. Transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau melenceng, apalagi diselewengkan, bisa terkena resiko hukum,” tutur dia, Rabu (22/3/2017).

“Saya menerima informasi dari kepolisian soal dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa. Saya ingatkan untuk berhati-hati. Pengguliran dana desa juga harus sesuai dengan program yang sudah direncanakan, tidak diperbolehkan ada program mendadak yang tidak ada di perencanaan sebelumnya. Itu duit negara, jadi harus dipertanggungjawabkan secara administratif,” tambahnya,

Peringatan yang sama juga disampaikan kepada semua penyelenggara pemerintahan lainnya. Jika tidak ingin berhadapan dengan masalah hukum, maka harus tertib dan hati-hati dalam mengelola keuangan daerah.

Anna meminta penyelenggara pemerintahan di dinas-dinas hingga ke desa benar-benar memperhatikan tata kelola asset, sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

"Jika tiga hal itu diperhatikan, kecil kemungkinan berhadapan dengan masalah hukum," katanya.

Inspektur Drs. Nuradi, M.Si menjelaskan, selama tahun 2016 pihaknya telah melakukan pemeriksaan regular sebanyak 330 audit. Terdiri dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) 153 temuan, kecamatan 177 temuan, UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Puskesmas 265 temuan, UPTD Pendidikan 137 temuan, SMK/SMK 375 temuan dan SMP 428 temuan.

“Jumlah totalnya ada 1.535 temuan. Namun tingkat penyelesaian telah mencapai 99,28 persen. Masih ada delapan temuan yang belum selesai, sedang yang belum lengkap sebelas temuan di Kecamatan Widasari, Gantar Kandanghaur, Karangampel, UPTD Pendidikan Sukagumiwang, dan SMP Negeri 2 Karangampel,” tegasnya.

Sumber: http://bit.ly/2mW0Lun

Selasa, 06 Desember 2016

Acara Coastal Cleanup di Indramayu Menyambut HUT Pertamina ke-59

Dalam rangkat Pertamina HUT Pertamina ke-59 bakalan ada acara Coastal Cleanup yang ingin mengundang para komunitas-komunitas pecinta alam di sekitaran indramayu untuk dapat menghadiri acara ini yang nantinya akan membersihkan sampah di Pantai Karangsong, Balongan Indramayu. Satu komunitas bisa diikuti minimal 20 orang.

Sambil membersihkan sampah sambil melakukan yel2 yang menarik...dan yel2 yang menarik akan dilombakan dan dapat hadiah medali & barang senilai jutaan Rupiah. Peserta lomba (Lomba Melukis di kanvas & tong sampah) coastal clean up akan diberikan kaos gratis.

Oia, untuk mengikuti acara ini para peserta lomba tidak dipungut biaya, gratisssss :)

Acara bakal digelar pada hari Sabtu, tanggal 10 Desember 2016 mulai Pkl 07.30 WIB sampai selesai. Acara ini juga nantinya akan dihadiri Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan hiburan artis Ibukota: Setia Band.

Semua peserta berhak mendapatkan kupon undian doorprize

Yang mau nanya-nanya lebih lanjut bisa menghubungi Mey: 081314377713

Sabtu, 12 November 2016

Masyarakat di Kabupaten Indramayu Miskin Karena Gaya Hidup Yang Konsumtif

Permasalahan kemiskinan penduduk Indramayu dipicu salah satunya oleh gaya hidup masyarakat yang konsumtif. Kepala Bidang Data Informasi Penelitian dan Analisa Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indramayu Dadang Oce Iskandar menegaskan pihaknya telah berusaha mengurangi jumlah warga miskin itu.

Oce mengakui data tingkat kemiskinan yang dimiliki Bappeda Indramayu juga bersumber dari sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik Indramayu. Selama ini, ia mempercayai kebenaran data tersebut termasuk tingkat kemiskinan 2015 yang naik sebanyak empat persen dari tahun sebelumnya.

"Dari pengamatan saya, banyak masyarakat Indramayu yang langsung membelanjakan uangnya sekaligus saat mendapatkan uang. Padahal kebutuhan pendidikan anaknya belum terpenuhi, kesehatannya belum terjamin tapi tingkat konsumsi mereka tinggi," kata Oce di kantornya, Jumat 11 November 2016.

Tingkat pengeluaran setiap warga Indramayu dalam data BPS Provinsi Jawa Barat 2015 tercatat sebanyak Rp 8,769 juta per tahun. Sementara rata-rata lama sekolah setiap warga hanya 5,46 tahun atau setara dengan tingkat sekolah dasar. Padahal, harapan lama sekolahnya mencapai 12,09 tahun dan harapan hidup mereka mencapai usia 70,59 tahun.

"Artinya, masyarakat Indramayu cukup puas dengan kondisinya saat ini. Mereka measa tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Pendidikan mungkin masih dianggap sebagai beban karena harus mengeluarkan biaya yang banyak sedangkan mereka juga sangat membutuhkan uang untuk makan sehari-hari," kata Oce menjelaskan.

Oce mengatakan pemerintah daerahnya perlu memotivasi masyarakat untuk merubah pandangan hidupnya. Ia menilai salah satu caranya ialah dengan mendorong masyarakat membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain.

Menurut pengamatannya, selama ini masyarakat Indramayu banyak tergantung pada kondisi alam sehingga saat terjadi bencana penghasilannya pun berkurang. Ia mencontohkan petani yang bergantung pada hujan dan nelayan yang berhenti mencari ikan saat terjadi badai di laut.

“Program pengentasan kemiskinan ini ada di setiap SKPD yang terkait seperti di Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lainnya. Bappeda menghimpun program-program tersebut melalui tim khusus pengendalian kemiskinan tingkat daerah,” kata Oce. Ia meyakinkan tim tersebut sudah bekerja optimal sesuai tugasnya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Indramayu Atin Anifah mengakui pihaknya belum pernah melakukan pendataan khusus terkait kemiskinan warga Indramayu. Pihaknya menyadari tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan pendataan tersebut.

Pendataan serupa menurutnya hanya dilakukan apabila ada program dari pemerintah pusat untuk bantuan tertentu seperti Kartu Indonesia Sehat dan Program Keluuarga Harapan. “Untuk penerima KIS yang terdata dari pusat pada 2015 sebanyak 174.002 orang. Tapi sekarang ada penambahan dan sedang kami verifikasi datanya sebanyak 43.225 orang,” kata Atin di ruangan Kepala Bidang Sosial Zulkarnaen.

Sementara penerima bantuan PKH di Indramayu saat ini mencapai 25.504 keluarga dengan tambahan 37.658 keluarga yang sedang diverifikasi datanya. “Tapi angka tersebut tidak bisa dijadikan acuan jumlah warga miskin di Indramayu. Perlu ada pendataan secara khusus berdasarkan 11 kriteria warga miskin dari Permensos Nomor 146/HUK/2013,” kata Zulkarnaen.

Sumber: http://bit.ly/2eQn436

Kamis, 10 November 2016

Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Indramayu Naik

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 naik dibandingkan 2014. Pemerintah Pusat pun terus berupaya mengurangi jumlah penduduk miskin melalui berbagai program bantuan.

Berdasarkan hasil survei ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 sebanyak 253.120 jiwa. Mereka merupakan warga yang memiliki pengeluaran, baik pengeluaran untuk makanan maupun non konsumsi, kurang dari Rp 379.088 per kapita per bulan.

Sedangkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2014 mencapai 240.680 jiwa. Mereka memiliki pengeluaran kurang dari Rp 364.360 per kapita per bulan. "Jumlah penduduk miskin di Indramayu pada 2015 meningkat 4,04 persen dibandingkan jumlah penduduk miskin di 2014," terang Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Indramayu, Jejen Triyatna, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/11).

Jejen menjelaskan, dalam survei tersebut, yang dinilai adalah pengeluaran makanan dan non makanan. Untuk pengeluaran non makanan, diantaranya untuk kebutuhan tempat tinggal, fasilitas listrik, bahan bakar, transportasi, kesehatan dan pendidikan.

Susenas tersebut dilakukan pada September 2016 dan selesai pengolahan datanya pada Oktober 2016. Survei itu hanya menggambarkan tingkat kemiskinan secara makro dan tidak bisa menggambarkan kondisi di tingkat kelurahan ataupun kecamatan. "Penyebab kenaikan (jumlah penduduk miskin) belum tahu, kami belum melakukan analisis. Kami baru dua minggu terima data ini dari BPS (Pusat)," kata Jejen.

Terpisah, Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu, Zulkarnain, menjelaskan, pihaknya memiliki indikator penilaian angka kemiskinan yang berbeda dengan BPS. Indikator penilaian itu didasarkan pada Kepmensos Nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang tidak Mampu. "Ada 11 indikator berdasarkan kepmensos itu. Hingga saat ini kami memang belum pernah secara khusus mendata angka kemiskinan," tutur Zulkarnain, didampingi Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Atin Anifah.

Namun, untuk mengetahui jumlah warga miskin, salah satunya bisa dilihat dari jumlah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk penerima PKH di Kabupaten Indramayu, selama ini jumlahnya mencapai 25.504 keluarga penerima manfaat dan penerima KIS sebanyak 174.002 jiwa. "Tapi data penerima PKH dan KIS ini tidak berarti menunjukkan data kemiskinan karena bisa saja ada penerima PKH yang juga menerima KIS," tegas Atin. 

Atin mengakui, jumlah penerima PKH maupun KIS pada tahun ini direncanakan akan bertambah. Untuk PKH, saat ini rencananya ada data tambahan sebanyak 37.658 keluarga penerima manfaat dan tambahan penerima KIS sebesar 43.225 jiwa. "Penambahan itu datanya dari Pusat. Saat ini sedang dilakukan verifikasi. PKH maupun KIs merupakan upaya dari Pemerintah Pusat untuk mengurnagi angka kemiskinan," tandas Atin.

Sumber: http://bit.ly/2fgNZWo

Desa Kalianyar di Kabupaten Indramayu Jadi Langganan Banjir

Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng,Kabupaten Indramayu,Jawa Barat, mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera meninggikan ruas jalan Desa Kalianyar yang sering tergenang air saat turun hujan.

Edi,(42) warga Desa Kalianyar mengatakan, ruas Jalan Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu selalu dilanda kesulitan saat musim penghujan karena satu-satunya jalan yang ada di desa itu selalu tergenang air saat musim penghujan. “Hujan sebentar saja airnya sudah menggenangi jalan. Kami bosan melihat Jalan Kalianyar ini tiap hujan banjir melulu,” katanya.

Warga mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera memperbaiki ruas jalan Desa Kalianyar. “Kalau musim penghujan kasihan anak-anak yang akan berangkat sekolah karena sepatu terkadang pakaiannya basah kuyup karena berjalan kaki di atas genangan air hujan,” ujarnya.
Kepala Desa Kalianyar, Syahroni Agus yang sering mendengarkan keluhan masyarakat mencoba mencari jalan keluar dengan mengusulkan perbaikan kepada Pemkab Indramayu dalam hal hal ini Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.

Ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu dan mendapatkan informasi rencana pembangunan jalan beton pada ruas jalan Kalianyar yang sering tergenang air hujan itu akan dilakukan Pemkab Indramayu pada Tahun Anggaran 2017.

Sebagaimana dimaklumi, hujan besar Selasa (8/11) yang sempat mengguyur Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya yang mengakibatkan beberapa ruas jalan diantaranya ruas jalan Desa Kalianyar tergenang air setinggi betis.

Banjir yang terjadi pada ruas jalan Desa Kalianyar dan sejumlah gang itu kata warga merupakan banjir langganan yang terjadi setiap musim hujan. Ini terjadi karena posisi permukaan kali lebih tinggi dibanding badan jalan. Sehingga ketika hujan lebat airnya meluber ke jalan desa. Terlalu dangkalnya kondisi gorong-gorong di Blok Tarsidi juga membuat air tergenang dan sulit mengalir.

Sumber: http://bit.ly/2elKGhf

Petani Indramayu Pengguna Pupuk Terbanyak di Jawa Barat

PT Pupuk Kujang mencatat pengguna pupuk terbanyak di Jawa Barat merupakan petani di Kabupaten Indramayu mengingat lahan persawahan di daerah itu yang terluas.

Manajer Humas PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan di Cirebon, Selasa, menuturkan daerah penyerap paling banyak pupuk di Jawa Barat, yaitu petani yang berada di Kabupaten Indramayu dan satu tahun pihaknya menyediakan 72 ribu ton.

"Kebutuhan pupuk terbanyak di Jawa Barat yang terbanyak adalah di Indramayu, kami pada tahun ini saja mengalokasikan 72 ribu ton pupuk," kata Ade.

Ade menuturkan meskipun kebutuhannya banyak, namun pihaknya memastikan tidak ada kekurangan untuk pendistribusian secara menyeluruh dan dipastikan semua terpenuhi.

Untuk masa tanam tahun ini saja di wilayah tanggung jawab PT Pupuk Kujang, yaitu Jawa Barat dan Banten dipastikan ketersediaannya tercukupi.

Baik dari gudang produsen hingga tingkat distributor dan pengecer dan mampu memenuhi kebutuhan petani lebih dari ketentuan dua minggu kedepan.

"Bisa dilihat dari stok pupuk urea bersubsidi pada akhir Oktober 2016 di gudang lini II dan gudang III distributor sebanyak 193.927,24 ton atau 792,26 persen," tuturnya.

"Dibandingkan dengan kebutuhan pupuk urea bersubsidi dua minggu kedepan sebesar 24.477,87 ton sedangkan penyaluran sampai Oktober 2016 sebesar 501.604,85 ton atau 102,66 persen," katanya.

Ia menambahkan, sementara dengan ketentuan pergub sebesar 7488,603 ton. Selain itu pihaknya juga menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 17.630,46 ton dan pupuk organik 8.350,69 ton.

Sumber: http://bit.ly/2fEx3aA

Polisi Tangkap Penganiaya Kasir Gerbang Tol Palimanan, Pelakunya PNS Warga Indramayu

Polisi telah menangkap pelaku penganiayaan terhadap NZ (22), kasir loket pembayaran Gerbang Tol Palimanan Kabupaten Cirebon.

Pelaku penamparan merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial BF (48). "Pelakunya sudah diketahui, inisialnya BF, seorang PNS warga Indramayu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (9/11/2016).

Saat ini, lanjut Yusri, kasus tersebut ditangani oleh Polres Cirebon. Polisi masih memeriksa pelaku guna mengetahui motif aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku. "Tersangka, korban, dan saksi sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Rekaman CCTV sudah kami simpan sebagai barang bukti," katanya.

Jumat (4/11/2016), seorang pria tertangkap kamera CCTV melakukan penganiayaan terhadap kasir pintu tol. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat emosi dan menampar perempuan yang merupakan kasir pintu tol. Selain menampar, pria itu pun masuk dan menendang kursi yang sedang digunakan oleh perempuan tersebut.

Sumber: http://bit.ly/2fDiiae