Selisih suara antara bumbung kosong dengan calon tunggal Masyuri memang hanya 53 suara. Bumbung kosong memperoleh 1.770 suara, sementara Masyuri 1.717 suara. Sedangkan suara tak sah 118 suara, suara yang hadir 3.622 suara dan hak pilih keseluruhan adalah 5.134 suara.
Pemilihan kuwu yang mayoritas penduduknya bertani semangka ini berlangsung demokratis, meski hampir 1.512 suara yang tak menyalurkan aspirasinya. Entah apa alasanya, tetapi yang jelas mereka lebih memilih untuk tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS) yang telah disediakan panitia pemilihan kuwu. "Yang jelas, kami sudah melaksanakan pilwu secara demokratis. Untuk hasil, kita serahkan kepada BPD desa setempat," ujar Ketua Panitia Pilwu, Sumarno usai penghitungan suara selesai.
Sumarno menjelaskan, pemilihan kuwu di desanya dimenangkan oleh bumbung kosong dengan selisih puluhan suara dengan calon tunggal. Pihaknya belum berpikir akan mengulang pelaksanaan Pilwu di desanya, sementara akan diserahkan dulu ke BPD. Pelaksanaan Pilwu Desa Juntikebon, kata Sumarno berjalan dengan baik tanpa ada persoalan apa pun. Kesadaran masyarakat cukup tinggi dalam menyukseskan Pilwu. Melihat kemenangan bumbung kosong, panitia akan menyerahkan sepenuhnya kepada BPD dan Muspika Juntiyuat, apakah pejabat sementara (Pjs) atau pemilihan ulang. "Kami serahkan sepenuhnya kepada BPD untuk jalanya roda pemerintahan. Panitia hanya bertugas untuk suksesnya pelaksanaan Pilwu.
Sementara Pilwu di Desa Tinumpuk dimenangkan oleh Durian dengan no 3 dari 4 calon, Desa Limbangan dimenangkan Nuradi, Desa Segeran dimenangkan Casta alias Uta, Desa dadap oleh H. Asofah, dan Desa Juntiweden oleh Waryono.
Bukan hanya Juntikebon, kemenangan bumbung kosong juga terjadi di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra. Satu-satunya calon kuwu Drs. Muhaemin hanya mendapat suara 1.171, sementara bumbung kosong 1.181 atau kalah 94 suara.
Sumber: Koran Radar Indramayu 8 Desember 2011
0 komentar:
Poskan Komentar