
Hujan yang terus mengguyur dalam beberapa hari belakangan, membuat ribuan hektar areal persawahan di Kabupaten Indramayu terendam. Akibatnya, petani yang baru mau mulai menanam padi terancam gagal tanam. Mereka kini hanya bisa pasrah, sambil menunggu air surut.
Menurut penuturan Sirojudin (45), salah seorang petani asal Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, terendamnya areal sawah disebabkan karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini. Di samping itu, kondisi sungai yang dangkal juga menyebabkan air sungai cepat meluap dan masuk ke areal persawahan. Akibat kejadian ini, tutur Surojudin, petani mengalami kerugian yang cukup tinggi. Baik rugi waktu maupun rugi biaya.
Sementara menurut Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) UPTD Pertanian Kecamatan Krangkeng, Sugiyantoro, luas lahan pertanian di Kecamatan Krangkeng mencapai 4000 hektar lebih. Untuk tahun ini, hampir seluruh lahan tersebut terendam air. "banjir tahun ini bisa dikatakan yang terbesar setelah lima tahun yang lalu juga sempat terjadi," tanda Sugiyantoro.
Sugiyantoro mengatakan, salah satu solusi untuk mengatasi persoalan ini, dengan melakukan pengerukan sungai yang dangkal dan memperbaiki saluran pembuangan, agar air bisa terkontrol dan tidak mudah meluap ke areal persawahan.
Akibat kondisi ini, petani di Kecamatan Krangkeng dipastikan akan terlambat tanam, bahkan terancam gagal tanam. Mereka hanya berharap kepada pemerintah agar memperhatikan lahan pertanian di wilayah timur Indramayu, karena jumlahnya cukup luas.
Sumber: Koran Radar Indramayu 29 Desember 2011
0 komentar:
Poskan Komentar