Ratusan santri dan guru di TPA dan DTA Perguruan Al Jamiyatul Washliyah Desa Cilandak Lor, Kecamatan Anjatan, menggelar aksi demo simpatik menolak pencabutan Perda Miras. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah poster yang isinya mengecam bahaya serta perederan miras di Indramayu.
Bahkan di salah satu poster ditujukan khusus untuk Mentri Dalam Negeri (Mendagri) bertuliskan 'Pak Mentri Selamatkan Generasi Muda', 'No Miras'. Kepala TPA dan DTA A; Washliyah Cilandak Lor, Zidna Ilmi MR MPdI mengatakan, aksi tersebut merupakan dukungan moral kepada sejumlah kalangan yang saat ini sedang berjuang mempertahankan Perda Miras di Indramayu.
Meski para santri masih dibawah umur, namun kata Zidna, mereka sudah paham bahwa miras merupakan barang berbahaya, berdosa jika dikonsumsi dan secara tegas diharamkan oleh agama. Mereka juga sadar, miras adalah penghancur generasi penerus bangsa yang wajib dijauhi.
"Mereka masih bocah saja mengerti dampak bahaya miras. Lalu kenapa Pak Mentri justru ingin mencabut Perda Miras di Indramayu. Ini kontradiktif. Semestinya, pejabat negara memberi contoh teladan kepada mereka, bukan malah diajari oleh anak-anak", lanjut Zilda.
Ditambahkan Zilda, selain melakukan aksi demonstrasi, para siswa juga akan diberi tugas untuk mengajak orang-orang di lingkungannya masing-masing agar menjauhi miras. "Kita tanamkan sikap tanggung jawab kepada semua siswa untuk menjauhi miras sepanjang hidupnya. Supaya mereka menjadi generasi yang beriman dan takut untuk berbuat dosa," pungkas Zilda.
Sumber: Koran Radar Indramayu 5 Desember 2011
0 komentar:
Poskan Komentar